TUGAS-1
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN
Tanggal Penyerahan: 17 Nopember 2009
1. Soal : Rumuskan konsep ‘Mutu Pendidikan’ secara komprehensif!
Jawab :
Kata mutu merupakan konsep yang memiliki banyak persepsi makna, konsep mutu untuk suatu produk tertentu dapat berbeda-beda bergantung kepada siapa yang memandang produk tersebut. Oleh sebab itu mutu sulit untuk didefinisikan secara umum dan seragam. Standardisasi mutupun senantiasa berubah karena banyak faktor (waktu, pelanggan, kondisi ekonomi masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat pelanggan dan pemakai dll.)
Mutu dapat diartikan sebagai high-quality, dan sesuatu bisa dikatakan bermutu tinggi jika memiliki top-quality.
Suatu produk dapat dianggap bermutu jika memenuhi standar-standar pabrik dan juga dapat memuaskan pelanggannya.
Sallis dalam bukunya Total Quality Management (TQM), mendefinisikan mutu sebagai sesuatu yang membedakan antara yang baik dan yang yang buruk.
Pada bab lain beliau menyebutkan bahwa mutu merupakan sesuatu yang mutlak, di lain sisi mutu merupakan konsep yang relatif. Dan pengertian mutu yang relative ini yang kemudian digunakan dalam Total Quality Management.
Awalnya TQM diterapkan di dunia bisnis namun akhir-akhir ini mulai diadopsi dan diterapkan dalam dunia pendidikan, dengan asumsi bahwa penerapan model pengelolaan berbasis industri ini akan mampu menciptakan perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Konsep mutu pendidikan secara komprehensif mengacu pada;” suatu penyelenggaraan layanan pendidikan yang memenuhi standar-standar tertentu sehingga mampu memuaskan baik para pelanggan internal (guru, karyawan, dan siapapun yang terlibat dalam penyelenggaraan proses pendidikan) maupun pelanggan external (murid, orang tua, masyarakat, pemerintah dll.)
Konsep ini menggunakan strategi yang memposisikan institusi pendidikan sebagai suatu institusi layanan jasa atau industri jasa.
Secara filosofis TQM menekankan adanya:
Perbaikan yang terus-menerus (continues improvement) untuk mencapai kepuasan pelanggan
Adanya standardisasi mutu produk yang diukur dengan criteria-kriteria tertentu; spesifikasi pabriknya, tanpa cacat, dll.
Pada suatu institusi pendidikan yang dianggap sebagai industri jasa pemenuhan sejumlah standar-standar; aturan-aturan dan perundangan, maupun kriteria-kriteria lain yang sudah disepakati bersama secara internal merupakan suatu keharusan. Standar-standar atau criteria-kriteria lain yang disebut terakhir merupakan kekhasan sebuah produk baik barang maupun jasa.
Perubahan culture (change of culture) untuk membentuk budaya organisasi yang menghargai mutu sebagai orientasi seluruh komponen pendidikan dalam organisasi tersebut.
Perubahan organisasi (up-side-down-organization)
Mempertahankan keeratan hubungan baik dengan pelanggan internal maupun pelanggan external. Dalam sebuah institusi pendidikan pelanggan utama yaitu murid atau mahasiswa(yang disebut pelanggan external pertama).
2. Soal : Identifikasi indikator mutu menurut service provider!
Indikator mutu menurut service provider adalah bahwa suatu produk dikatakan bermutu jika memiliki specifikasi yang memenuhi standar-standar pabriknya, atau memiliki jaminan qualitas. Mutu pada versi ini diaggap sebagai mutu sesungguhnya (quality infact). Dalam institusi-institusi pendidikan di Indonesia misalnya pemenuhan 8 standar nasional pendidikan merupakan mutu dalam skala minimal. Artinya jika suatu institusi pendidikan hanya memenuhi standar pokok sebetulnya belum begitu bermutu, sampai dia mampu melewati standar-standar pokok tadi dan memberikan yang lebih serta menawarkan keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki lembaga-lembaga lain.
3. Soal : Identifikasi indikator mutu menurut user/customer!
Jawab :
Suatu institusi pendidikan yang baik akan selalu berupaya memuaskan para pelanggannya. Didalam dunia pendidikan pelanggan utamanya siswa/mahasiswa sehingga akan terjadi peningkatan permintaan yaitu membludaknya peminat ke institusi tersebut.
Seorang manager harus mampu menganalisis segala kemungkinan yang ada yang dapat meningkatkan nilai jual suatu institusi melalui pendekatan-pendekatan tertentu atau untuk dapat memberikan kepuasan terhadap para pelanggannya sebuah institusi pendidikan perlu melakukan berbagai upaya untuk mengexplorasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
Dan dalam hal ini strategi menjaga keeratan hubungan dengan pelanggan cukup berperan. Kebutuhan dan gagasan para siswa atau mahasiswa merupakan hal yang utama yang perlu diperhatikan oleh seorang manager pendidikan.
Hal lain yang sering terlupakan adalah bahwa seorang manager satuan pendidikan sangat perlu juga untuk memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan internal dalam instansinya. Guru merupakan pelanggan internal dalam sebuah industri jasa pendidikan. Jadi seorang manager perlu untuk menampung keinginan para guru untuk dapat memuaskan mereka. Kenyamanan kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang.
Jadi suatu institusi pendidikan yang mampu memberikan kepuasan baik kepada para pelanggan internalnya (guru, tenaga pelatih, dan seluruh pegawainya) maupun kepada para pelanggan externalnya (siswa atau mahasiswa, orang tua, para sponsor pendidikan, serta masyarakat pada umumnya), itulah yang disebut dengan institusi pendidikan bermutu.
Dan ‘mutu’ sebuah institusi pendidikan dapat diidentifikasi dari tingkat kepuasan pelanggan yang akan dengan sangat mudah terlihat dari seberapa banyak peningkatan/penurunan permintaan akan produk layanan pendidikan pada institusi tersebut. Konsep mutu di sini merupakan mutu dalam persepsi (quality in perception). Mutu pada persepsi inilah yang bahkan perlu mendapat perhatian; Tom Peters, dalam Thriving on Chaos menyebutkan bahwa “mutu yang dirasa dari sebuah produk dan jasa merupakan factor utama dalam kesuksesan produk dan jasa tersebut”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar