Jawaban Soal Ujian Akhir Semester 1
Mata Kuliah Managemen Stratejik
Dosen : Prof. Dr. H Suryana, M.Si
Soal
1. untuk meningkatkan kualitas organisasi system pendidikan di Indonesia saat ini, tentu saja dituntut para pengelola pendidikan (manajer) yang handal yang memiliki pengetahuan dan kecakapan managerial skill, leadership skill, enterpreuneur skill, dan memiliki keterampilan stratejik.
Diminta:
a. Coba jelaskan masing-masing keterampilan diatas mengapa penting, untuk apa?
b. Mengapa dan untuk apa manajemen stratejik dalam pendidikan di Indonesia beberapa tahun ini diperlukan?
c. Sdr amati dan analisis, apakah organisasi system pendidikan Indonesia saat ini memiliki daya saing, keunggulan atau tidak, kemukakan argument sdr, mengapa,. Apa saran sdr?
Jawaban soal a:
Sebagian besar entrepreneur yang akan berwirausaha mengalami kendala terbatasnya modal, sehingga belum mampu merekrut orang lain untuk bekerja dengannya, yang kemudian membuat sebuah bisnis tidak dibentuk dengan struktur organisasi yang lengkap. Untuk itu memaksa mereka untuk mempunyai skill yang lebih dari satu atau multi skills. Demikian pula dalam dunia bisnis pendidikan;
Agar The Business Team Skill bisa terwujud, dengan memulai suatu bisnis seorang diri, ada beberapa skill yang harus dipelajari, yaitu:
a. Leadership/kepemimpinan adalah kemampuan mengelola diri sendiri dan mengatur orang lain untuk bisa menjalankan tugas seperti yang diinginkan oleh seorang pemimpin.
b. Managerial Skill, kemampuan mengelola bisnis dan memotivasi diri sendiri.
c. Financial Skill, kepandaian dalam mengendalikan keuangan.
d. Selling Skill, keahlian dalam menjual.
Dari keempat skill tersebut, maka Selling Skill merupakan embrio untuk meraih sukses sebagai entrepreneur.
Selling artinya menjual, yaitu suatu aktifitas (kegiatan memasarkan lewat personal selling) menjual atau bertransaksi. Marketing dan Selling merupakan suatu konsep yang tidak bisa dipisahkan. Singkatnya, Marketing is a strategy business concept, and selling is a tactic to create a transaction and a part of marketing actifity.
Penulis berpendapat bahwa di dalam dunia pendidikan selling skill juga mesti dimiliki oleh seorang manager yang merupakan enteurpreneur. Artinya bagaimana kita mampu menjual program dan layanan pendidikan kita kepada konsumen kita yaitu masyarakat (siswa, orang tua) sebagai external constumers dan juga kepada para sellersr(guru/karyawan) sebagai internal costumers.
Kegiatan menjual dan menawarkan suatu barang/jasa kepada orang lain membutuhkan seni menjual, bukan lagi kemampuan menjual saja (selling skill), karena seni menjual (art of selling skill atau artsell) itu membutuhkan instink dan naluri humanisme sebelum bertransaksi. Beberapa level kemampuan menjual atau disebut salesmanship level, yaitu:
(1) memaksa atau meminta, atau disebut pusher salesmanship,
(2) merayu atau memanipulasi, atau disebut manipulate salesmanship,
(3) bargaining atau barter, atau disebut transaction salesmanship,
(4) motivation, atau disebut motivational salesmanship.
Bagi seorang entrepreneur, ada banyak sisi dan faktor yang harus dimiliki agar mempunyai salesmanship yang kuat, yaitu:
(1) personality,
(2) knowledge,
(3) idea dan creativity,
(4) skill, yaitu selling skill.
(5) konsep
Semua keterampilan inipun diperlukan dalam bisnis pendidikan. Artinya paradigma lama sudah saatnya ditinggalkan. Saat ini siswa merupakan pelanggan pendidikan yang merupakan factor penentu keberhasilan sebuah pendidikan. Artinya sebagai service provider para pengelola pendidikan harus mampu memberikan produk( layanan) pendidikan yang memuaskan mereka. Tidak kalah pentingnya dengan para guru dan karyawan lainnya; merekapun perlu mendapatkan layanan yang baik sehingga akan mampu memberikan hasil kepada penyedia layanan yaitu para pengelola pendidikan. Di lain sisi guru merupakan seller yang langsung berhubungan dengan customers mereka perlu memiliki selling skill yang memadai. Untuk itu berikan pula layanan bagi para seller pendidikan kita dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan bagaimana untuk bisa menjadi penjual produk yang kualified. Berikan juga layanan yang memungkinkan meningkatnya kenyamanan kerja dan mampu meningkatkan produktifitas penjualannya.
Sedangkan keterampilan strategic sangat diperlukan oleh para pengelola pendidikan agar mereka mampu untuk:
• Memperkuat posisi organisasi (strengthening organization position)
• Menyenangkan para pelangan(pleasing customers)
• Mencapai target-target kinerja(achieving performance targets)
Jawaban soal b.
Menurut David(1999) Manajement stratejik dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu formulasi, implementasi, dan pengevaluasian keputusan-keputusan secara fungsional yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Management stratejik memfokuskan pada manajemen terintegrasi (integrated management) karena mencakup semua aspek; seperti aspek pemasaran/marketing, aspek keuangan /accounting, produksi/ operasi, penelitian dan pengembangan, system informasi computer , dll untul mencapai keberhasilan organisasi.
Oleh karena itu managerial, leadership, enterpreneur skills, dan keterampilan strategik sangat diperlukan oleh para pengelola pendidikan.
Lalu mengapa beberapa tahun terakhir ini manajemen strateji menjadi heboh dan hangat dibicarakan dan di klaim sebagai sesuatu yang mutlak dan wajib dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan?
Tentu saja kaitannya dengan perkembangan dunia pendidikan yang dipengaruhi adanya UU no 25 tahun 2000 tentang pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan daerah, kemudian diikuti dengan munculnya KTSP 2006 yang selaras dengan otda dan menuntut implementasi MBS didalam sebuah satuan pendidikan. Maka fungsi leadership tergeser oleh managerial. Dengan demikian tuntutan keterampilan managemen strategic mutlak diperlukan oleh seorang pengelola pendidikan karena dalam MBS segala program dan imlementasi lebih bersifat independent dan mandiri, segalanya ditentukan sendiri dan untuk kepentingan sendiri. Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh kemampuan managerial skill pengelolanya.
Paradigma pendidikan dengan MBS dan manajemen serta implikasi-implikasinya merupakan bentuk revolusi pendidikan kea rah yang lebih baik. Sayang saat ini para pengelola pendidikan masih belum memahami konsep MBS, manajemen,dan KTSP secara kaffah(sebutan penulis) akibatnya anyak yang masih menginterfensi secara berlebihan terhadap kinerja suatu instansi pendidikan. Sehingga instansi tersebut tak mampu bergerak secara leluasa.
Jawaban soal bagian c:
Ya. Organisasi system pendidikan di Negara kita saat ini sudah mulai memiliki daya saing. Hal ini ditunjukkan dengan banyak perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Contoh:
• Bermunculannya sekolah berlabel RSKM, RSBI, RSN dll, menunjukan revolusi system pendidikan yang cukup baik. Dengan menyandang label-label tersebut lembaga-lembaga pendidikan tersebut secara otomatis merasa bertanggungjawab atas meningkatnya mutu pada instansi-instansi tersebut.
• Meningkatnya animo masyarakat terhadap perkembangan pendidikan anaknya merupaka bukti meningkatnya system pendidikan di Indonesia.
• Membludaknya peminat utuk melanjutkan studi di Program Paska Sarjana, menunjukan persaingan sehat kearah peningkatan kualifikasi para pelaku pendidikan.
• Banyaknya siswa yang menunjukkan prestasinya di tingkat dunia seperti olympiade-olimpiade events dan juga lomba-lomba lainnya.
• Meningkatnya animo pemerintah terhadap dunia pendidikan menunjukkan bukti kepedulian yang sangat luar biasa dan memberikan imbas yang begitu signifikan terhadap roda kegiatan di dunia pendidikan.
• UN /UNAS juga merupakan bukti meningkatnya kualitas system pendidikan di Indonesia namun sayang dalam perjalanannya memberikan imbas yang kurang baik bagi berbagai fihak. Banyaknya kecurangan dalam pelaksanaan UN, Besarnya kemungkinan terjadi human error dalam pemeriksaan system komputerisasi sangat besar. Sehingga memungkinkan terjadi adanya keputusan yang salah dalam menentukan kelulusan siswa.
• Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan professional dan kompetensi guru, walaupun masih berimbas adanya sikap yang tidak bertanggungjawab dari sebagian guru yang bermental kurang baik. Berbagai kecuranganpun dilakukan.
Saran saya untuk dunia pendidikan:
Langkah awal untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas adalah:
• Mulai dari pembinaan sumberdaya manusia yang betul-betul pembinaan. Bukan sekedar melaksanakan proyek pendidikan.
• Pilih pemegang proyek peningkatan mutu dari orang-orang yang bermental baik.
• Berantas segala bentuk manipulasi pendidikan dari akar-akarnya.
• Untuk UNIGAL implementasikan model pendidikan yang bersih dari KKN.
• Pemilihan tenaga pengajar yang bermental mulia dan beriman akan memberikan pencitraan tersendiri bagi lembaga pendidikan.
• Dll.
• Thank you very much.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar